Langsung ke konten utama

Awas, Kelelahan Akibat Bekerja Bisa Ganggu Detak Jantung


Salah satu masalah yang cukup sering dihadapi oleh pekerja kantoran adalah kelelahan bekerja atau burnout syndrome. Selain menurunkan performa kerja, burnout syndrome ternyata juga memengaruhi kesehatan, terutama detak jantung Anda. 
Mengapa kondisi ini bisa terjadi?
Pada tahun 2019, WHO menjelaskan bahwa burnout syndrome tidak masuk dalam kategori kondisi medis, melainkan termasuk fenomena dalam dunia pekerjaan. 
Burnout syndrome adalah kondisi stres kronis yang disebabkan oleh pekerjaan yang ditandai dengan rasa lelah, baik secara fisik maupun emosional. 
Umumnya, rasa lelah tersebut berasal dari ketidakpuasan terhadap diri sendiri yang tidak mampu memenuhi ekspektasi. 
Apabila hal ini terus dibiarkan, tentu akan berdampak pada performa kerja dan kehilangan motivasi ketika bekerja. Burnout syndrome tentu berdampak cukup besar terhadap kesehatan mental seseorang, seperti depresi dan stres. 
Kondisi ini juga memengaruhi tubuh Anda dan lebih rentan terhadap penyakit, seperti flu dan demam. Bahkan, burnout syndrome disebut-sebut dapat memengaruhi irama detak jantung menjadi tidak normal. 
Menurut penelitian dari European Journal of Preventive Cardiology, rasa lelah dari burnout syndrome dapat menyebabkan gangguan pada detak jantung Anda. 
Di dalam penelitian tersebut lebih dari 11.000 peserta yang mengikuti survei untuk mengetahui hubungan rasa lelah, amarah, penggunaan obat antidepresan, dan lingkungan sosialnya. Penelitian ini berlangsung selama hampir 25 tahun sambil meneliti irama jantung mereka. 
Hasilnya, peserta yang memiliki tingkat kelelahan tertinggi mempunyai risiko 20% lebih tinggi menderita atrial fibrilasi dibandingkan peserta yang memiliki risiko rendah. 
Atrial fibrilasi merupakan suatu kondisi ketika denyut jantung tidak beraturan dan lebih cepat. Masalah jantung ini dapat berujung pada penyakit stroke, gagal jantung, dan komplikasi jantung lainnya.
Para peneliti berpendapat hal ini terjadi ketika rasa lelah berhubungan dengan peningkatan respons stres fisiologis tubuh. 
Akibatnya, kondisi tersebut bisa memiliki efek serius yang dapat merusak jaringan jantung dan menyebabkan gangguan pada aritmia.
Selain itu, tidak ditemukan hubungan antara penggunaan obat antidepresan, rasa marah, dan lingkungan sosial yang buruk terhadap irama jantung. Walaupun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut faktor apa yang membuat burnout syndrome dapat memengaruhi irama detak jantung menjadi tidak normal. 
Setelah mengetahui bahwa burnout ternyata dapat memengaruhi irama detak jantung menjadi tidak normal, kondisi ini juga bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti:
  • insomnia
  • sulit mengontrol emosi
  • kecanduan alkohol dan penyalahgunaan obat tertentu
  • penyakit jantung
  • diabetes tipe 2
  • tekanan darah tinggi
  • rentan terhadap penyakit
Masalah kesehatan yang disebabkan oleh burnout syndrome memang cukup mengkhawatirkan. Burnout syndrome tidak hanya memengaruhi kesehatan mental Anda, melainkan juga detak jantung dan anggota tubuh lainnya. 
Supaya hal ini tidak terjadi pada Anda, ada beberapa hal yang bisa dicoba untuk mengatasi burnout syndrome agar tidak mengganggu kesehatan tubuh, yaitu:
  • Mulai mengevaluasi prioritas dan cara bekerja
  • Meminta bantuan kepada orang lain, seperti atasan atau ahli psikolog
  • Mencoba berbagai aktivitas yang menenangkan, seperti yoga atau meditasi
  • Rutin berolahraga agar perhatiannya tidak terfokus pada pekerjaan
  • Tidur yang cukup
  • Melatih teknik pernapasan untuk melatih keterbukaan dan kesabaran
Burnout syndrome yang tidak diatasi dengan baik, tentu akan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, terutama untuk detak jantung Anda. Oleh karena itu, ketika Anda sudah mulai merasa stres dengan pekerjaan dan memengaruhi kinerja, sebaiknya konsultasikan hal ini dengan ahlinya. (*)
Sumber text & image : Hellosehat.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil bisa disebabkan terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis tertentu yang tidak boleh disepelekan. Normalnya, buang air kecil dalam sehari adalah 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter. Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil. Terlalu banyak minum air atau minum mendekati jam tidur bisa membuat kita  sering buang air kecil di malam hari , bahkan sampai terbangun di malam hari. Namun jika Anda sering buang air kecil padahal hanya minum sedikit, perhatikan apakah ada gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Waspadai Kondisi Medis Penyebab Sering Buang Air Kecil Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil, serta gejala lain yang mungkin menyertai. Infeksi saluran kemih. Rasa ingin selalu buang air kecil yang ti...

5 Bahaya Makan Jeroan Berlebihan, Bisa Picu Asam Urat

Di Indonesia  jeroan  kerap diolah menjadi berbagai macam hidangan lezat. Tidak mengherankan banyak orang menyukai olahan dari organ dalam hewan ini. Namun, bahaya makan jeroan berlebihan untuk kesehatan perlu diketahui oleh semua orang.  Meskipun jeroan sangat nikmat disantap, risiko kesehatan yang muncul akibat mengonsumsi  jeroan  ini tidak dapat Anda sepelekan. Terlebih jika Anda menyantapnya terlalu sering atau terlalu banyak, bisa menimbulkan penyakit. Bahaya makan jeroan berlebihan terkait dengan kandungannya. Contohnya pada ayam. Meskipun makan jeroan ayam bisa meningkatkan asupan mineral dan vitamin tubuh, Anda harus tetap berhati-hati. Tiap ons isi jeroan pada ayam mengandung 8 gram lemak total, yang mencakup 2,7 gram asam lemak jenuh. Berikut Bola.com merangkum dari berbagai sumber,  tentang bahaya makan  jeroan  berlebihan.  1. Kelebihan Vitamin A Bahaya makan jeroan berlebihan yang pertama adalah...

Benarkah Diabetes Bisa Mengakibatkan Stroke?

Penderita diabetes diwajibkan untuk memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, rutin berolahraga, teratur minum obat, dan melakukan kontrol rutin ke dokter. Hal ini karena banyak komplikasi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes, dan salah satunya adalah stroke . Penyakit diabetes  atau kencing manis ditandai dengan tingginya kadar gula darah, baik akibat kurangnya jumlah insulin maupun akibat sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin. Menurut  American Diabetes Association,  orang yang menderita diabetes memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk terkena  stroke . Lantas, bagaimana sebenarnya diabetes bisa mengakibatkan stroke? Hubungan Diabetes dan Stroke Diabetes dapat menyebabkan stroke jika gula darah tidak terkontrol dengan baik. Kadar  gula  darah yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah. Ketika pembuluh darah tersumbat, suplai oksigen dan darah ke otak akan terga...