Langsung ke konten utama

Perbanyak Kacang dan Biji-bijian untuk Sarapan Bisa Cegah Serangan Jantung



Riset Kesehatan Dasar 2018 (Riskesdas) menunjukkan pengidap penyakit jantung di Indonesia sebanyak 1,5 persen, artinya 15 dari 1.000 penduduk Indonesia mengidap penyakit jantung. Penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung bisa dicegah sejak awal tentunya.

Salah satunya dengan memperbanyak konsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Advances in Nutrition, peneliti di studi ini menyebutkan makanan tersebut bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, jantung koroner, dan tekanan darah tinggi.

Dalam studi tersebut, para peneliti mengkaji studi kohort prospektif yang menilai konsumsi kacang-kacangan pada risiko penyakit kardiometabolik dan penanda terkait. Ditemukan bahwa mereka yang mengonsumsi kacang dan biji-bijian menurunkan angka kejadian pada ketiga penyakit tersebut sebanyak 10 persen lebih tinggi dibanding mereka yang sedikit mengonsumsi.

"Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbanyak dan paling mahal di dunia. Studi ini menunjukkan bahwa cemilan yang mudah ditemukan, tidak mahal, dan umum bisa membantu mengubahnya: kacang-kacangan," kata rekan penulis Hana Kahleova, MD, PhD, ketua riset klinis untuk Physicians Committee for Responsible Medicine.

Mengungkap alasan di balik ini, para peneliti mencatat bahwa kacang-kacangan dan biji-bijian lainnya bermanfaat bagi kesehatan jantung karena mereka tinggi serat, protein nabati, dan zat gizi mikro lainnya. Dan juga rendah lemak, bebas kolesterol, dan rendah indeks glikemik.

"Hanya dengan menambah kacang-kacangan ke dalam piring kita bisa menjadi alat yang kuat untuk melawan penyakit jantung dan menurunkan tekanan darah," pungkasnya.

Sumber text : detikcom
Photo : thinkstock

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil bisa disebabkan terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis tertentu yang tidak boleh disepelekan. Normalnya, buang air kecil dalam sehari adalah 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter. Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil. Terlalu banyak minum air atau minum mendekati jam tidur bisa membuat kita  sering buang air kecil di malam hari , bahkan sampai terbangun di malam hari. Namun jika Anda sering buang air kecil padahal hanya minum sedikit, perhatikan apakah ada gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Waspadai Kondisi Medis Penyebab Sering Buang Air Kecil Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil, serta gejala lain yang mungkin menyertai. Infeksi saluran kemih. Rasa ingin selalu buang air kecil yang ti...

5 Bahaya Makan Jeroan Berlebihan, Bisa Picu Asam Urat

Di Indonesia  jeroan  kerap diolah menjadi berbagai macam hidangan lezat. Tidak mengherankan banyak orang menyukai olahan dari organ dalam hewan ini. Namun, bahaya makan jeroan berlebihan untuk kesehatan perlu diketahui oleh semua orang.  Meskipun jeroan sangat nikmat disantap, risiko kesehatan yang muncul akibat mengonsumsi  jeroan  ini tidak dapat Anda sepelekan. Terlebih jika Anda menyantapnya terlalu sering atau terlalu banyak, bisa menimbulkan penyakit. Bahaya makan jeroan berlebihan terkait dengan kandungannya. Contohnya pada ayam. Meskipun makan jeroan ayam bisa meningkatkan asupan mineral dan vitamin tubuh, Anda harus tetap berhati-hati. Tiap ons isi jeroan pada ayam mengandung 8 gram lemak total, yang mencakup 2,7 gram asam lemak jenuh. Berikut Bola.com merangkum dari berbagai sumber,  tentang bahaya makan  jeroan  berlebihan.  1. Kelebihan Vitamin A Bahaya makan jeroan berlebihan yang pertama adalah...

Benarkah Diabetes Bisa Mengakibatkan Stroke?

Penderita diabetes diwajibkan untuk memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, rutin berolahraga, teratur minum obat, dan melakukan kontrol rutin ke dokter. Hal ini karena banyak komplikasi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes, dan salah satunya adalah stroke . Penyakit diabetes  atau kencing manis ditandai dengan tingginya kadar gula darah, baik akibat kurangnya jumlah insulin maupun akibat sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin. Menurut  American Diabetes Association,  orang yang menderita diabetes memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk terkena  stroke . Lantas, bagaimana sebenarnya diabetes bisa mengakibatkan stroke? Hubungan Diabetes dan Stroke Diabetes dapat menyebabkan stroke jika gula darah tidak terkontrol dengan baik. Kadar  gula  darah yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah. Ketika pembuluh darah tersumbat, suplai oksigen dan darah ke otak akan terga...