Langsung ke konten utama

4 Gejala Gangguan Ginjal Kronis yang Perlu Diketahui


Gangguan ginjal menjadi salah satu penyakit yang gejalanya kerap kali tidak diketahui. Dikutip dari situs National Kidney Foundation, pasien merasa tidak mengalami gejala apa pun hingga di tahap akhir gagal ginjal atau banyak ditemukan protein dalam urin.

"Inilah yang menjadi alasan hanya 10 persen orang dengan gangguan ginjal kronis tahu penyakitnya. Gangguan ginjal sebetulnya punya beberapa gejala, tapi kadang diartikan sebagai kondisi lain," kata Chief Medical Officer di National Kidney Foundation Dr Joseph Vassalotti.

Bila mengalami gejala ini, sangat disarankan segera ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Apalagi jika memiliki faktor risiko misal hipertensi, diabetes, sejarah gagal ginjal dalam keluarga, dan berusia lebih dari 60 tahun.

1. Ingin kencing lebih sering

Gejala pertama adalah lebih sering merasakan keinginan buang air kecil terutama saat malam hari. Ginjal yang rusak bisa mengakibatkan peningkatan keinginan buang air kecil. Gejala ini juga bisa menandari infeksi saluran kemih (ISK) atau ukuran prostat yang membesar pada pria.

2. Ada darah di urine

Ginjal yang sehat menjaga darah tidak masuk ke dalam sistemnya yang menghasilkan urine. Namun saat ginjal rusak, filtering system rusak sehingga darah masuk hingga ke dalam urine. Selain menandai kerusakan ginjal, adanya darah urine juga menjadi indikasi tumor, batu ginjal, atau infeksi.

3. Urine berbusa

Busa yang berlebihan menandakan adanya protein dalam urine. Adanya protein mengakibatkan urine harus diflush berkali-kali supaya bersih. Busa pada urine ini mirip dengan yang terlihat saat menggoreng telur, mungkin karena jenis proteinnya sama yaitu albumin.

4. Kaki bengkak

Fungsi ginjal yang menurun mengakibatkan sodium retention yang tertahan di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan kaki dan daerah pergelangan terlihat bengkak. Pembengkakan di bagian terbawah tubuh juga bisa menjadi tanda gangguan 
jantung, liver, dan masalah kronis pada pembuluh vena.

Sumber Text & Photo : detikcom




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil bisa disebabkan terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis tertentu yang tidak boleh disepelekan. Normalnya, buang air kecil dalam sehari adalah 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter. Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil. Terlalu banyak minum air atau minum mendekati jam tidur bisa membuat kita  sering buang air kecil di malam hari , bahkan sampai terbangun di malam hari. Namun jika Anda sering buang air kecil padahal hanya minum sedikit, perhatikan apakah ada gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Waspadai Kondisi Medis Penyebab Sering Buang Air Kecil Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil, serta gejala lain yang mungkin menyertai. Infeksi saluran kemih. Rasa ingin selalu buang air kecil yang ti...

5 Bahaya Makan Jeroan Berlebihan, Bisa Picu Asam Urat

Di Indonesia  jeroan  kerap diolah menjadi berbagai macam hidangan lezat. Tidak mengherankan banyak orang menyukai olahan dari organ dalam hewan ini. Namun, bahaya makan jeroan berlebihan untuk kesehatan perlu diketahui oleh semua orang.  Meskipun jeroan sangat nikmat disantap, risiko kesehatan yang muncul akibat mengonsumsi  jeroan  ini tidak dapat Anda sepelekan. Terlebih jika Anda menyantapnya terlalu sering atau terlalu banyak, bisa menimbulkan penyakit. Bahaya makan jeroan berlebihan terkait dengan kandungannya. Contohnya pada ayam. Meskipun makan jeroan ayam bisa meningkatkan asupan mineral dan vitamin tubuh, Anda harus tetap berhati-hati. Tiap ons isi jeroan pada ayam mengandung 8 gram lemak total, yang mencakup 2,7 gram asam lemak jenuh. Berikut Bola.com merangkum dari berbagai sumber,  tentang bahaya makan  jeroan  berlebihan.  1. Kelebihan Vitamin A Bahaya makan jeroan berlebihan yang pertama adalah...

Benarkah Diabetes Bisa Mengakibatkan Stroke?

Penderita diabetes diwajibkan untuk memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, rutin berolahraga, teratur minum obat, dan melakukan kontrol rutin ke dokter. Hal ini karena banyak komplikasi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes, dan salah satunya adalah stroke . Penyakit diabetes  atau kencing manis ditandai dengan tingginya kadar gula darah, baik akibat kurangnya jumlah insulin maupun akibat sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin. Menurut  American Diabetes Association,  orang yang menderita diabetes memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk terkena  stroke . Lantas, bagaimana sebenarnya diabetes bisa mengakibatkan stroke? Hubungan Diabetes dan Stroke Diabetes dapat menyebabkan stroke jika gula darah tidak terkontrol dengan baik. Kadar  gula  darah yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah. Ketika pembuluh darah tersumbat, suplai oksigen dan darah ke otak akan terga...