Salah satu tips sebelum donor darah adalah mengonsumsi
makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah, ikan, bayam dan
buah-buahan. Namun ada beberapa pantangan sebelum donor darah yang perlu Anda
perhatikan. Tujuannya tidak lain agar darah yang Anda donorkan nantinya lolos
sebagai darah yang memenuhi syarat jadi pendonor darah.
Oleh sebab itulah dilakukan pemeriksaan sebelum
donor darah untuk mengetahui apakah Anda memenuhi syarat melakukan
donor darah. Tentunya darah yang didonorkan tersebut adalah darah yang berasal
dari pendonor yang sehat jasmani serta rohani. Berikut dijelaskan beberapa
pantangan sebelum donor darah.
1. Konsumsi Alkohol dan Kafein
Alkohol dan kafein merupakan minuman yang tidak baik bagi
tubuh. Biarpun kedua minuman ini dapat meningkat semangat konsumennya, tetapi pada
jangka panjang dapat membuat otot menjadi kendur dan lemas serta mengantuk.
Tentunya konsumsi minuman-minuman ini akan berpengaruh besar terhadap darah
yang mengalir dalam tubuh. Oleh sebab itu tidak disarankan untuk mengonsumsi
kedua minuman ini baik sebelum dan setelah donor darah. Anda bisa menggantinya
dengan memperbanyak konsumsi air putih yang sudah tidak perlu diragukan lagi
manfaatnya.
2. Konsumsi Makanan Fast Food dan Es Krim
Makanan fast food dan es krim merupakan makanan
yang banyak mengandung lemak. Jika darah Anda banyak mengandung lemak maka
darah tidak dapat diuji untuk penyakit menular. Apabila darah tidak dapat diuji
tentu saja darah Anda tidak dapat digunakan untuk donor. Sebaiknya tunda dulu
untuk mengonsumsi makanan-makanan berlemak tersebut. Ganti saja
dengan makanan penambah darah seperti beras merah, kacang almond dan
ikan sarden.
3. Merokok
Kegiatan merokok sebaiknya ditunda dahulu sebelum
melakukan donor darah. Hal ini berkaitan dengan darah pendonor yang harus
bersih. Rokok banyak mengandung racun seperti nikotin, gas monosikda dan tar
yang berbahaya dan mematikan. Sebaiknya hindari terkena paparan asap rokok dan
merokok satu jam sebelum dan sesudah donor darah.
4. Konsumsi Obat-obatan
Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti aspirin,
antiobiotik, anti-hipertensi, steroid dan hormon dapat menyebabkan darah
tercemar. Orang-orang yang mengonsumsi obatan-obatan tersebut bahkan dilarang
untuk mendonorkan darahnya. Hal ini berkaitan dengan darah yang harus sehat
dari pendonor yang juga harus sehat dan tidak mempunyai penyakit tertentu. Ada
baiknya Anda mengganti konsumsi obat-obatan tersebut dengan vitamin
penambah darah seperti vitamin C yang terdapat pada buah stoberi, buah
naga, semangka dan anggur.
5. Mengalami Menstruasi
Wanita yang sedang mengalami menstruasi sebaiknya menunda
untuk mendonorkan darahnya. Hal ini berkaitan dengan banyaknya darah yang sudah
keluar saat menstruasi. Pada saat donor, darah yang keluar akan semakin banyak
lagi. Tentunya jika wanita menstruasi tetap ingin mendonorkan darahnya akan
mengakibatkan bahaya donor darah seperti lemas, pusing hingga
pingsan.
6. Sedang Tidak Enak Badan seperti Flu dan Batuk
Calon donor dengan keadaan tidak sehat seperti flu dan
batuk perlu untuk menunda waktu donor darah hingga tubuhnya menjadi sehat
kembali. Tubuh yang sedang sakit tentunya sistem kekebalan tubuh atau imunnya
sedang terganggu. Begitu juga dengan peredaran darah saat tubuh sedang sakit
yang akan sedikit terganggu. Pastinya darah orang yang sedang sakit tidak baik
memenuhi syarat jadi pendonor darah.
7. Sedang dalam Masa Kehamilan dan Menyusui
Bagi wanita yang sedang dalam masa kehamilan, tidak
dianjurkan untuk mendonorkan darahnya. Hal ini berkaitan dengan banyaknya darah
yang diambil saat donor darah yang dapat menyebabkan anemia. Selain itu
wanita hamil yang berdonor darah mengakibatkan sirkulasi darah yang kurang
dalam rahim sehingga dapat berbahaya bagi janin.
Sebaiknya bagi wanita hamil, tunggu selama 9 bulan
setelah melahirkan jika ingin mendonorkan darahnya. Sedangkan bagi ibu menyusui
juga tidak disarankan untuk mendonorkan darahnya karena dikhawatirkan akan
menggagu produksi ASI. Tak hanya itu saja, dikhawatirkan kandungan nutrisi
dalam ASI yang seharusnya diberikan pada bayi menjadi berkurang saat donor
darah.
Demikian 7 pantangan sebelum donor darah yang perlu Anda
ketahui. Ada baiknya Anda menghindari hal-hal tersebut supaya darah yang
nantinya didonorkan lolos dalam pemeriksaan sebelum donor darah. Dengan
menghindari pantangan-pantangan tersebut tentunya donor darah yang Anda lakukan
dapat berjalan lancar. Selain itu darah yang Anda donorkan juga dapat
bermanfaat bagi orang yang membutuhkan….

Komentar
Posting Komentar