Langsung ke konten utama

7 Manfaat Air Rebusan Jahe untuk Kesehatan, Mudah Membuat Sendiri


Jahe dikenal selama ribuan tahun sebagai rempah yang punya banyak manfaat. Di antara tanaman herbal lainnya, jahe termasuk yang paling populer dijadikan sebagai obat tradisional. Manfaat air rebusan jahe untuk kesehatan tentu sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat.
Minuman air rebusan jahe ini juga banyak dicari untuk menghangatkan tubuh, terutama saat musim dingin atau sering hujan. Anda juga bisa mencampurkan jahe dengan bahan-bahan alami yang menyehatkan lainnya untuk mendapatkan khasiatnya.
Manfaat air rebusan jahe untuk kesehatan dapat dimaksimalkan dengan cara membuat yang tepat. Anda bisa membuatnya dengan merebusnya saja tanpa tambahan bahan lainnya, dan mencampurkannya dengan bahan lain seperti madu, jeruk nipis maupun lemon.
Berikut Bola.com merangkum dari berbagai sumber, beberapa manfaat air rebusan jahe untuk kesehatan serta cara membuatnya.

Meredakan Nyeri
Manfaat air rebusan jahe yang pertama adalah sebagai pereda nyeri. Hal ini didapatkan dari kandungan Gingerol dan Fenol yang merupakan senyawa kimia bersifat antinyeri dan dapat meredakan rasa sakit.
Kedua senyawa tersebut berkhasiat meredakan gejala iritasi lambung, meredakan kram perut menstruasi, hingga nyeri otot setelah berolahraga.
Sebuah penelitian yang melibatkan 60 orang dewasa pengidap migrain melaporkan air jahe bekerja lebih baik meredakan gejala migrain jika digunakan sebagai terapi tambahan, dibandingkan dengan hanya minum obat pereda nyeri saja.

Mencegah Risiko Penyakit Kronis
Tubuh Anda bisa mendapatkan radikal bebas dari lingkungan sekitar, seperti paparan sinar matahari, radiasi, ozon, asap rokok, polusi udara dari asap knalpot, bahan kimia industri, serta makanan dan minuman yang dikonsumsi. Sedangkan, jahe kering adalah sumber antioksidan tinggi yang berpotensi melindungi kamu dari efek buruk radikal bebas.
Radikal bebas ditengarai menjadi faktor risiko dari berbagai penyakit kronis seperti tumor, kanker, penyakit jantung, berkurangnya kemampuan penglihatan, hingga gangguan saraf terkait usia (Alzheimer, Parkinson, dan penyakit Huntington). Sebuah penelitian menemukan manfaat air rebusan jahe bisa mencegah atau memperlambat gagal ginjal.

Menghilangkan Mual
Manfaat air rebusan jahe berikutnya adalah untuk menghilangkan mual. Pamor jahe sebagai penghilang mual dan pencegah mabuk laut sudah tidak perlu diragukan lagi.
Minum air jahe juga bermanfaat untuk meredakan mual-muntah, termasuk yang muncul sebagai efek samping pemulihan setelah operasi, kemoterapi, dan kehamilan (morning sickness).

Menurunkan Berat Badan
Sebuah penelitian yang dilakukan pada 10 pria melaporkan bahwa rutin minum air jahe panas setelah sarapan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama daripada hanya makan pagi saja. Studi lain juga menemukan jahe dapat membantu mengurangi nafsu makan.
Sebuah artikel di British Journal of Nutrition melaporkan bahwa jahe mampu mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol, serta meningkatkan laju metabolisme sehingga tubuh lebih efektif membakar lemak.
Dari ketiga referensi tersebut, tentunya Anda telah menyadari bahwa manfaat air rebusan jahe juga dapat menurunkan berat badan. Meski begitu, perlu penelitian lebih mendalam dengan jangkauan yang lebih luas guna memastikan manfaat jahe untuk penurunan berat badan ini.

Mengurangi Reaksi Alergi
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa manfaat air rebusan jahe dapat meredakan reaksi alergi. Hal tersebut karena tanaman herbal ini memiliki efek antiradang yang mampu meredakan reaksi peradangan akibat alergi.
Jahe juga mengandung oleoresin yang bekerja melawan peradangan.

Melawan Peradangan Rematik dan Osteoarthritis
Manfaat air rebusan jahe juga dapat membantu mencegah dan mengurangi peradangan yang disebabkan oleh nyeri sendi rematik dan osteoarthritis.
Ini karena sejumlah komponen aktif dalam jahe, seperti gingerol, gingerdione, dan zingeron bekerja menurunkan zat alami pemicu peradangan dalam tubuh.

Mengendalikan Kadar Gula Darah Pengidap Diabetes
Banyak penelitian yang menyebutkan jahe mampu menurunkan kadar gula darah dan membantu mengatur respons insulin pada penderita diabetes.
Orang-orang pengidap diabetes tipe 2 yang minum suplemen jahe mengalami penurunan gula darah puasa yang cukup drastis. Selain itu, sifat antiradang dalam jahe juga dapat mencegah komplikasi diabetes, seperti retinopati, penyakit jantung, dan stroke.
Peneliti melaporkan bahwa manfaat air rebusan jahe ini akan terasa lebih menguntungkan ketika dicampur dengan bubuk kayu manis.

Cara Membuat Air Rebusan Jahe di Rumah
Untuk mendapatkan manfaat jahe yang optimal, sebaiknya pilih jahe segar.
Berikut cara membuat air rebusan jahe di rumah:
- Parut 1,5 sendok teh jahe segar
- Rebus 4 gelas air
- Tambahkan jahe ke dalam air
- Biarkan jahe meresap selama sekitar 5-10 menit
- Saring airnya untuk memisahkan parutan jahe
- Air jahe dapat diminum baik panas maupun dingin.
Bila rasanya terlalu kuat, Anda boleh tambahkan madu atau perasan air lemon.
Minuman jahe memang dapat memberikan beragam manfaat bagi tubuh. Meski demikian, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai jumlah konsumsi air rebusan jahe yang aman. Jika dikonsumsi berlebihan, minuman jahe justru dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.(*)

Sumber text & image : Bola.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil bisa disebabkan terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis tertentu yang tidak boleh disepelekan. Normalnya, buang air kecil dalam sehari adalah 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter. Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil. Terlalu banyak minum air atau minum mendekati jam tidur bisa membuat kita  sering buang air kecil di malam hari , bahkan sampai terbangun di malam hari. Namun jika Anda sering buang air kecil padahal hanya minum sedikit, perhatikan apakah ada gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Waspadai Kondisi Medis Penyebab Sering Buang Air Kecil Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil, serta gejala lain yang mungkin menyertai. Infeksi saluran kemih. Rasa ingin selalu buang air kecil yang ti...

Benarkah Diabetes Bisa Mengakibatkan Stroke?

Penderita diabetes diwajibkan untuk memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, rutin berolahraga, teratur minum obat, dan melakukan kontrol rutin ke dokter. Hal ini karena banyak komplikasi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes, dan salah satunya adalah stroke . Penyakit diabetes  atau kencing manis ditandai dengan tingginya kadar gula darah, baik akibat kurangnya jumlah insulin maupun akibat sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin. Menurut  American Diabetes Association,  orang yang menderita diabetes memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk terkena  stroke . Lantas, bagaimana sebenarnya diabetes bisa mengakibatkan stroke? Hubungan Diabetes dan Stroke Diabetes dapat menyebabkan stroke jika gula darah tidak terkontrol dengan baik. Kadar  gula  darah yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah. Ketika pembuluh darah tersumbat, suplai oksigen dan darah ke otak akan terga...

Berapa Kadar Gula Darah Normal pada Tubuh?

Memiliki kadar gula darah normal pada tubuh sangat penting karena bisa menunjang kinerja tubuh dan membuat Anda tetap sehat. Namun apakah Anda tahu berapa kadar gula darah normal yang harus Anda miliki? Sebenarnya  kadar gula darah  normal tidak berpatokan pada satu angka baku. Kadar ini bisa berubah seperti saat sebelum dan sesudah Anda makan atau juga saat waktunya tidur. Kisaran Kadar Gula Darah yang Normal Seusai makan,  sistem pencernaan  Anda akan memecah karbohidrat menjadi gula atau glukosa yang bisa diserap oleh aliran darah. Zat tersebut sangat penting untuk sumber energi sel-sel tubuh Anda. Darah mengalirkan zat gula ini menuju sel-sel tubuh guna menjadikannya energi. Namun, zat gula ini harus melewati sebuah ‘pintu’ untuk memasuki sel-sel tersebut. Hormon yang berperan dalam membuka ‘pintu’ itu adalah insulin. Insulin dihasilkan oleh pankreas. Setelah memasuki sel, zat gula ini akan dibakar menjadi energi yang bisa Anda pakai. Gula yang lebih a...