Langsung ke konten utama

Penyakit Hepatitis B Penyebab, Gejala Serta Makanan yang Harus Dihindari


Penyakit Hepatitis B adalah penyakit hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B atau VHB. Penyakit Hepatitis B juga merupakan suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati.

Dibandingkan virus HIV yang dapat menyebabkan AIDS, virus Hepatitis B (HBV) seratus kali lebih ganas atau infectious dan sepuluh kali lebih sering menular. Jika sudah memasuki level kronis, penyakit Hepatitis B ini bisa membahayakan nyawa penderitanya. Apalagi jika tidak segera ditangani, penderita penyakit Hepatitis B kronis berisiko terkena sirosis, kanker hati, atau gagal hati.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 680 ribu orang meninggal dunia tiap tahun akibat komplikasi Hepatitis B, seperti siroris dan kanker hati. Di Indonesia sendiri penderita hepatitis di Indonesia diperkirakan mencapai 28 juta orang, setengah di antaranya berpotensi untuk menjadi kronis dan 10 persen dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.

Diagnosis penyakit Hepatitis B dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan darah,tes antigen dan antibodi untuk virus Hepatitis B, pemeriksaan darah untuk melihat fungsi hati. Sebelum itu ada baiknya terlebih dahulu mengetahui apa-apa saja penyebab dan gejala yang biasa dialami oleh penderita penyakit Hepatitis B. Berikut liputan6.com, Senin (18/3/2019) rangkum mengenai penyakit Hepatitis B termasuk penyebab dan gejalanya.

Penyebab penyakit Hepatitis B

Virus penyakit Hepatitis B ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa, tetapi dapat menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Seorang bayi dapat terinfeksi dari ibunya selama proses kelahirannya. Juga dapat menyebar melalui kegiatan seksual, penggunaan berulang jarum suntik, dan transfusi darah dengan virus di dalamnya.

Penyakit Hepatitis B nyatanya juga bisa disebabkan karena melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Penyakit Hepatitis B bisa membahayakan jaringan hati yang berakibat dengan kegagalan hati hingga kematian akibat tidak ditangani dengan baik.

1. Kontak seksual
Kamu dapat terinfeksi penyakit Hepatitis B jika melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi. Dengan cara berhubungan seks seperti ini tanpa menggunakan kondom dengan seseorang yang terinfeksi penyakit Hepatitis B, kamu berpotensi besar terkena penyakit Hepatitis B.

2. Berbagi jarum suntik
Penyakit Hepatitis B ini juga dapat ditularkan melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi virus Hepatitis B. Melalui jarum suntik, prosedur pengobatan dan perawatan gigi di negara-negara dimana yang alat-alat nya tidak disterilkan atau dibersihkan dengan benar.

Tidak hanya itu kamu harus waspadai praktik tradisional dimana darah mungkin terlibat misalnya, tusuk jarum/akupunktur dan menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat serta termasuk pembuatan tato kosmetik.

3. Dari ibu ke anak
Ibu hamil yang terinfeksi HBV dapat menularkan virus kepada bayi mereka saat melahirkan. Pada saat kelahiran, dari seorang Ibu yang ter-infeksi kepada bayinya. Terutama di negara yang sedang berkembang. Namun, jika si anak tidak terkontaminasi menyusui anak adalah kategori aman, terutama bila sang bayi telah divaksinasi dengan imunisasi hepatitis B.

4. Tranfusi darah
Melalui transfusi darah khususnya di negara - negara yang tidak memeriksa apakah darah tersebut tercemar virus hepatitis B.

Gejala penyakit Hepatitis B :

1. Sering sakit perut.
2. Urine berwarna gelap.
3. Demam.
4. Nyeri sendi.
5. Kehilangan selera makan.
6. Sering mual dan muntah.
7. Lesu dan sering mengalami kelelahan.
8. Kulit dan bagian putih mata tampak menguning.

Makanan yang harus dihindari :

1. Cabai dan lada
Makanan dengan tambahan bahan cabai, bawang bombai, dan lada sebaiknya dihindari oleh penderita Penyakit Hepatitis B karena sifatnya terlalu panas bagi hati.

2. Gorengan
Makanan yang digoreng mengandung minyak yang terlalu banyak dan sifatnya membahayakan hati. Jadi masukkan gorengan ke dalam makanan yang harus dihindari penderita penyakit Hepatitis B.

3. Kafein
Entah itu kopi, cokelat, atau teh, makanan atau minuman berkafein tinggi juga perlu dihindari karena bisa memperparah kondisi penyakit Hepatitis B.

4. Karbohidrat olahan
Karbohidrat olahan mengandung glukosa tinggi yang bisa memperburuk kesehatan hati. Contoh makanan tersebut adalah produk roti, es krim, dan permen.

5. Alkohol
Bahkan bagi orang dengan kondisi sehat sekali pun, alkohol dianjurkan untuk tidak dikonsumsi. Jadi penderita penyakit Hepatitis B juga sebaiknya menghindari minuman ini.

6. Kacang
Kacang memang mengandung protein tinggi, tetapi makan kacang bisa membuat pembuluh darah menjadi panas. Sehingga kacang juga perlu dihindari oleh penderita penyakit Hepatitis B.

7. Daging olahan
Tidak peduli daging merah atau putih, jika diolah, penderita penyakit Hepatitis B sebaiknya tidak mengonsumsi makanan ini. Sebab daging olahan sama sekali tidak sehat bagi tubuh.

8. Keju
Keju mungkin mengandung susu yang menyehatkan. Tetapi kandungan lemak di dalam keju jauh lebih tinggi sehingga membuatnya menjadi makanan yang juga harus dihindari.

9. Zat besi
Hindari makanan yang kaya akan zat besi seperti bayam. Sebab mineral berupa zat besi sifatnya mampu mengeluarkan sodium yang mengganggu kinerja hormon dalam tubuh.

10. Teh
Satu lagi minuman yang juga bisa mengganggu metabolisme. Adalah teh, yang sebaiknya dihindari penderita penyakit Hepatitis B agar kondisinya tak semakin memburuk.

Sumber Text : Liputan6.com
Photo : Alodokter.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil bisa disebabkan terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis tertentu yang tidak boleh disepelekan. Normalnya, buang air kecil dalam sehari adalah 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter. Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil. Terlalu banyak minum air atau minum mendekati jam tidur bisa membuat kita  sering buang air kecil di malam hari , bahkan sampai terbangun di malam hari. Namun jika Anda sering buang air kecil padahal hanya minum sedikit, perhatikan apakah ada gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Waspadai Kondisi Medis Penyebab Sering Buang Air Kecil Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil, serta gejala lain yang mungkin menyertai. Infeksi saluran kemih. Rasa ingin selalu buang air kecil yang ti...

Benarkah Diabetes Bisa Mengakibatkan Stroke?

Penderita diabetes diwajibkan untuk memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, rutin berolahraga, teratur minum obat, dan melakukan kontrol rutin ke dokter. Hal ini karena banyak komplikasi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes, dan salah satunya adalah stroke . Penyakit diabetes  atau kencing manis ditandai dengan tingginya kadar gula darah, baik akibat kurangnya jumlah insulin maupun akibat sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin. Menurut  American Diabetes Association,  orang yang menderita diabetes memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk terkena  stroke . Lantas, bagaimana sebenarnya diabetes bisa mengakibatkan stroke? Hubungan Diabetes dan Stroke Diabetes dapat menyebabkan stroke jika gula darah tidak terkontrol dengan baik. Kadar  gula  darah yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah. Ketika pembuluh darah tersumbat, suplai oksigen dan darah ke otak akan terga...

Berapa Kadar Gula Darah Normal pada Tubuh?

Memiliki kadar gula darah normal pada tubuh sangat penting karena bisa menunjang kinerja tubuh dan membuat Anda tetap sehat. Namun apakah Anda tahu berapa kadar gula darah normal yang harus Anda miliki? Sebenarnya  kadar gula darah  normal tidak berpatokan pada satu angka baku. Kadar ini bisa berubah seperti saat sebelum dan sesudah Anda makan atau juga saat waktunya tidur. Kisaran Kadar Gula Darah yang Normal Seusai makan,  sistem pencernaan  Anda akan memecah karbohidrat menjadi gula atau glukosa yang bisa diserap oleh aliran darah. Zat tersebut sangat penting untuk sumber energi sel-sel tubuh Anda. Darah mengalirkan zat gula ini menuju sel-sel tubuh guna menjadikannya energi. Namun, zat gula ini harus melewati sebuah ‘pintu’ untuk memasuki sel-sel tersebut. Hormon yang berperan dalam membuka ‘pintu’ itu adalah insulin. Insulin dihasilkan oleh pankreas. Setelah memasuki sel, zat gula ini akan dibakar menjadi energi yang bisa Anda pakai. Gula yang lebih a...