Langsung ke konten utama

Ini Bedanya Oat (Havermut) dan Gandum


Baik oat maupun gandum, keduanya sama-sama tergolong ke dalam tumbuhan serealia. Meskipun demikian, oat dan gandum tidaklah sama. Keduanya memiliki manfaat yang berbeda-beda bagi tubuh.
Oat adalah serealia yang merupakan sumber karbohidrat dan masih memiliki lapisan kulit ari serta bakal biji. Sehingga, oat adalah biji sereal utuh yang lebih baik dibanding beras. Oat atau havermut baik untuk kesehatan karena memiliki kandungan serat, protein, vitamin dan mineral yang lebih tinggi serta kaya akan nutrisi.
Gandum sendiri adalah tanaman rerumputan dan merupakan bahan mentah yang digunakan untuk membuat tepung roti, kue, dan pastry. Gandum mengandung serat tidak larut yang berfungsi untuk melancarkan buang air besar. Menurut dr. Adithia Kwee dari KlikDokter, gandum dapat mengikat kuat asam empedu dan membungkusnya sebagai kotoran, sehingga buang air besar semakin lancar.



Pilih mana: oat atau gandum?
Penelitian menunjukkan bahwa oat yang masih mengandung endosperm, dedak dan kuman, memiliki jenis serat tertentu yang disebut beta-glukan. Jenis serat ini terbukti sangat efektif untuk menurunkan kolesterol.
Oat mengandung tujuh vitamin, termasuk vitamin E dan sejumlah nutrisi, termasuk zat besi dan kalsium. Selain itu, oat juga memiliki jumlah protein dua kali lebih banyak daripada gandum utuh atau jagung utuh.
Sebagai sumber karbohidrat kompleks yang kaya akan serat, oat dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama, sehingga membantu mengendalikan berat badan. Dalam satu hari Anda membutuhkan serat sebanyak 25 gram. Satu mangkuk oatmeal setara dengan kandungan serat pada 2,5 mangkuk pepaya.
Gandum utuh sendiri memberikan berbagai manfaat kesehatan. Makanan gandum utuh terbukti membantu menurunkan berat badan, megurangi risiko sindrom metabolik, menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan membantu mencegah batu empedu. Gandum utuh ditemukan dalam banyak produk, termasuk sereal, roti, pasta, kerupuk, muffin, dan kue.
Sebuah penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Colorado State University pada 2002 menyatakan bahwa baik oat maupun gandum, keduanya terbukti memiliki dampak yang sangat besar terhadap keseluruhan gizi dan pola makan seseorang.
Analisis penelitian tersebut menyebutkan bahwa diet oat mampu mengurangi kadar kolesterol jahat sebesar 2,5 pesen, sedangkan diet gandum mendorong pengurangan kadar kolesterol jahat hingga 8 persen.
Perbedaan cara konsumsi
Dari segi cara mengonsumsinya, oat dan gandum jelaslah berbeda. Oat biasanya dimakan sebagai oatmeal yang bisa langsung dikonsumsi dengan dicampur bersama bahan makanan lainnya hingga menjadi muesli atau overnight oats.
Berbeda dengan oat, gandum adalah produk mentah, sehingga harus diolah dulu menjadi tepung untuk kemudian membuat kue. Selain untuk dimakan, gandum juga biasa digunakan sebagai bahan baku untuk membuat bir atau minuman beralkohol lainnya.
Diet menggunakan oat banyak dilakukan oleh orang dengan penyakit obesitas. Sebab, seperti dijelaskan di atas, oat cenderung menurunkan kadar kolesterol jahat lebih banyak dibanding menjalankan diet menggunakan gandum. Meski demikian, gandum tetap menjadi andalan bagi para penderita jantung karena dinilai sebagai sereal terbaik untuk melawan penyakit jantung.
Jadi, baik oat maupun gandum, keduanya memang sama-sama membantu penurunan berat badan. Meski demikian, pilih yang lebih sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Bahkan dengan mengonsumsi kombinasi keduanya, Anda akan terhindar dari risiko diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

Sumber text : klikdokter.com
Photo : wikipedia.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil bisa disebabkan terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis tertentu yang tidak boleh disepelekan. Normalnya, buang air kecil dalam sehari adalah 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter. Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil. Terlalu banyak minum air atau minum mendekati jam tidur bisa membuat kita  sering buang air kecil di malam hari , bahkan sampai terbangun di malam hari. Namun jika Anda sering buang air kecil padahal hanya minum sedikit, perhatikan apakah ada gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Waspadai Kondisi Medis Penyebab Sering Buang Air Kecil Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil, serta gejala lain yang mungkin menyertai. Infeksi saluran kemih. Rasa ingin selalu buang air kecil yang ti...

5 Bahaya Makan Jeroan Berlebihan, Bisa Picu Asam Urat

Di Indonesia  jeroan  kerap diolah menjadi berbagai macam hidangan lezat. Tidak mengherankan banyak orang menyukai olahan dari organ dalam hewan ini. Namun, bahaya makan jeroan berlebihan untuk kesehatan perlu diketahui oleh semua orang.  Meskipun jeroan sangat nikmat disantap, risiko kesehatan yang muncul akibat mengonsumsi  jeroan  ini tidak dapat Anda sepelekan. Terlebih jika Anda menyantapnya terlalu sering atau terlalu banyak, bisa menimbulkan penyakit. Bahaya makan jeroan berlebihan terkait dengan kandungannya. Contohnya pada ayam. Meskipun makan jeroan ayam bisa meningkatkan asupan mineral dan vitamin tubuh, Anda harus tetap berhati-hati. Tiap ons isi jeroan pada ayam mengandung 8 gram lemak total, yang mencakup 2,7 gram asam lemak jenuh. Berikut Bola.com merangkum dari berbagai sumber,  tentang bahaya makan  jeroan  berlebihan.  1. Kelebihan Vitamin A Bahaya makan jeroan berlebihan yang pertama adalah...

Benarkah Diabetes Bisa Mengakibatkan Stroke?

Penderita diabetes diwajibkan untuk memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, rutin berolahraga, teratur minum obat, dan melakukan kontrol rutin ke dokter. Hal ini karena banyak komplikasi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes, dan salah satunya adalah stroke . Penyakit diabetes  atau kencing manis ditandai dengan tingginya kadar gula darah, baik akibat kurangnya jumlah insulin maupun akibat sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin. Menurut  American Diabetes Association,  orang yang menderita diabetes memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk terkena  stroke . Lantas, bagaimana sebenarnya diabetes bisa mengakibatkan stroke? Hubungan Diabetes dan Stroke Diabetes dapat menyebabkan stroke jika gula darah tidak terkontrol dengan baik. Kadar  gula  darah yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah. Ketika pembuluh darah tersumbat, suplai oksigen dan darah ke otak akan terga...