Langsung ke konten utama

Bell's Palsy Bukan Penyakit Berbahaya


Beberapa waktu lalu, gejala satu sisi wajah menjadi mencong menyerang aktor Rano Karno, saat masih menjabat Plt Gubernur Banten. Gejala lumpuh tiba-tiba ini hampir sama dengan stroke pada umumnya.

Namun, ternyata gejala mencong pada satu sisi wajah tersebut bukanlah stroke, melainkan gejala penyakit yang langka terjadi yang bernama Bell's Palsy.

Spesialis saraf (neurologist) pada RS Atma Jaya Jakarta Dr dr Yuda Turana SpS mengatakan, Bell's Palsy adalah suatu gejala klinis penyakit mononeuropati (gangguan hanya pada satu saraf) yang menyerang saraf nomor tujuh, yakni saraf wajah (fascialis). Inti dari saraf tujuh  berada di batang otak dan berfungsi  mengatur otot pergerakan organ wajah, antara lain di daerah mulut, seperti meringis dan bibir maju ke depan.

Pada mata, saraf ini juga mengatur pergerakan kelopaknya, seperti memejamkan mata, pergerakan bola mata, serta mengatur aliran air mata. Saraf ini juga memiliki serabut yang menuju ke kelenjar ludah dan pendengaran.

Pada kasus Bell's Palsy, gangguan pada saraf ini mengakibatkan saraf tidak dapat mengatur impuls motorik kepada otot lantaran tersumbat akibat pembengkakan. Akibatnya, otot-otot pada organ yang langsung berhubungan dengan saraf tersebut menjadi tidak berfungsi dan organ pun menjadi lumpuh.

Tanda gejala Bell's Palsy pada umumnya berupa kelumpuhan saraf pada satu bagian wajah atau terjadi asimetri wajah, tidak bisa menutup mata, dan tersenyum menjadi miring. Bukan hanya gejala mata sulit menutup dan mulut menjadi mencong, gejala lain yang timbul bisa berupa dua pertiga depan lidah akan berkurang kepekaan atau taste-nya.

Selain itu, kata Yuda, bisa timbul hiperakusis, yaitu sensitivitas terhadap suara sehingga ketika mendengar suara keras telinga akan terasa sakit. Kemudian, kelenjar air mata dapat menjadi kering dan bisa timbul gejala iritasi karena kelopak mata tidak bisa menutup. "Lumpuhnya bagian wajah juga menyebabkan sulit untuk menelan air dan makan terganggu karena kemampuan menutup bibir berkurang," ujar dokter ini.

Biasanya, gejala kelumpuhan pada area wajah timbul secara mendadak. Meskipun demikian, ketika terjadi kelumpuhan di mana pun letaknya, ia menyarankan, agar berpikir dahulu bahwa hal itu merupakan gejala stroke. Karena gejala kelumpuhan lebih sering dan lebih fatal terjadi akibat stroke. Akan tetapi, penyebab lumpuh mendadak tidak hanya stroke, tetapi bisa juga Bell's Palsy. Perbedaannya, Bell's Palsy hanya menyerang pada area wajah, sedangkan kelumpuhan akibat stroke bisa terjadi di bagian tubuh yang lain.

Yuda menjelaskan, penyebab Bell's Palsy masih belum jelas. Beberapa teori menyebutkan, penyakit ini disebabkan oleh peradangan pada saraf ketujuh yang kemudian menyebabkan pembengkakan. Ada pula teori yang menyebutkan bahwa Bell's Palsy disebabkan oleh infeksi virus dan yang paling sering akibat virus Herpes Impleks.

Penyakit ini bisa mengenai semua usia, termasuk anak-anak. Namun, sebagian besar terjadi pada usia dewasa dan produktif. Untuk mendiagnosisnya, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan klinik. Pada kasus yang meragukan apakah itu stroke atau Bell's Palsy, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan radiologi, seperti MRI otak atau CT scan. "Umumnya, obat yang dianjurkan ialah obat untuk mengurangi peradangan di saraf ketujuh dan pemberian obat antivirus," katanya memaparkan.

Sebagai langkah penanganan, dokter umumnya memberikan terapi obat-obatan guna mengurangi radang dan bengkak serta vitamin, khususnya vitamin B, untuk mempercepat pemulihan dan fisioterapi. Fisioterapi bertujuan untuk melatih otot muka agar tidak kaku dan tidak lemas. Selain fisioterapi, juga bisa dilakukan stimulasi listrik agar otot tidak kaku.



Tidak berbahaya
Spesialis Saraf pada RS Medistra Jakarta Dr Rimawati Tedjasukmana SpS RPSGT mengatakan, tidak perlu khawatir berlebihan ketika timbul gejala Bell's Palsy. Karena, penyakit ini tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Masa penyembuhan bervariatif, mulai hitungan minggu sampai berbulan-bulan. Sebagian besar penderita dapat sembuh dalam dua-tiga bulan. Namun, pada kasus yang jarang terjadi, gejala Bell's Palsy bisa terjadi secara permanen dan tidak sembuh. Komplikasi yang paling berat ialah terdapat gejala sisa, seperti gejala yang dinamakan "air mata buaya". Gejala yang tampak, misalnya, air mata terus keluar pada saat makan dan hal ini biasanya terjadi lama setelah Bell Palsy muncul.

Mengganggu estetika
Ketua Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia (Perdesti) yang juga ahli antiaging medicine pada Teta Aesthetic Clinic Jakarta Dr Teguh Tanuwidjaja M Biopmed mengatakan, orang yang terkena Bell's Palsy tidak perlu khawatir gejala akan menyebar pada bagian tubuh lain. Hanya, menurutnya, gejala yang ditimbulkan mengganggu masalah estetika penderita. Fungsi wajah akan terganggu karena menyerang satu sisi wajah. Hal ini tentunya dapat mengurangi rasa percaya diri karena mengganggu performa seseorang.

"Dari sisi estetika, penderita Bell's Palsy 100 persen akan merasa terganggu," katanya.

Ia menjelaskan, berbagai macam upaya bisa dilakukan dalam mengurangi dampak penyakit ini. Di bidang estetika, kini bisa ditanggulangi, antara lain dengan pemberian obat injeksi Botulinum Toxin (Botox). Obat tersebut disuntikkan di jaringan kulit dan kemudian akan bekerja pada ujung saraf. Fungsinya untuk memberikan relaksasi pada otot yang dipelihara saraf yang bersangkutan.


Sumber : republika.co.id
Photo : dream.co.id & alodokter.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil bisa disebabkan terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis tertentu yang tidak boleh disepelekan. Normalnya, buang air kecil dalam sehari adalah 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter. Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil. Terlalu banyak minum air atau minum mendekati jam tidur bisa membuat kita  sering buang air kecil di malam hari , bahkan sampai terbangun di malam hari. Namun jika Anda sering buang air kecil padahal hanya minum sedikit, perhatikan apakah ada gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Waspadai Kondisi Medis Penyebab Sering Buang Air Kecil Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil, serta gejala lain yang mungkin menyertai. Infeksi saluran kemih. Rasa ingin selalu buang air kecil yang ti...

Benarkah Diabetes Bisa Mengakibatkan Stroke?

Penderita diabetes diwajibkan untuk memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, rutin berolahraga, teratur minum obat, dan melakukan kontrol rutin ke dokter. Hal ini karena banyak komplikasi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes, dan salah satunya adalah stroke . Penyakit diabetes  atau kencing manis ditandai dengan tingginya kadar gula darah, baik akibat kurangnya jumlah insulin maupun akibat sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin. Menurut  American Diabetes Association,  orang yang menderita diabetes memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk terkena  stroke . Lantas, bagaimana sebenarnya diabetes bisa mengakibatkan stroke? Hubungan Diabetes dan Stroke Diabetes dapat menyebabkan stroke jika gula darah tidak terkontrol dengan baik. Kadar  gula  darah yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah. Ketika pembuluh darah tersumbat, suplai oksigen dan darah ke otak akan terga...

Berapa Kadar Gula Darah Normal pada Tubuh?

Memiliki kadar gula darah normal pada tubuh sangat penting karena bisa menunjang kinerja tubuh dan membuat Anda tetap sehat. Namun apakah Anda tahu berapa kadar gula darah normal yang harus Anda miliki? Sebenarnya  kadar gula darah  normal tidak berpatokan pada satu angka baku. Kadar ini bisa berubah seperti saat sebelum dan sesudah Anda makan atau juga saat waktunya tidur. Kisaran Kadar Gula Darah yang Normal Seusai makan,  sistem pencernaan  Anda akan memecah karbohidrat menjadi gula atau glukosa yang bisa diserap oleh aliran darah. Zat tersebut sangat penting untuk sumber energi sel-sel tubuh Anda. Darah mengalirkan zat gula ini menuju sel-sel tubuh guna menjadikannya energi. Namun, zat gula ini harus melewati sebuah ‘pintu’ untuk memasuki sel-sel tersebut. Hormon yang berperan dalam membuka ‘pintu’ itu adalah insulin. Insulin dihasilkan oleh pankreas. Setelah memasuki sel, zat gula ini akan dibakar menjadi energi yang bisa Anda pakai. Gula yang lebih a...