Langsung ke konten utama

8 Penyebab Diabetes, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya


Diabetes merupakan salah satu jenis penyakit yang disebababkan oleh tingginya kadar gula dalam darah. Beberapa orang menganggap diabetes hanya dialami oleh orang tua.
Namun dalam beberapa kasus, diabetes juga bisa terjadi pada orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak. Penyakit ini harus segeara diatasi dan tidak bisa dianggap sepele. 
Diabetes merupakan penyakit yang berlangsung lama atau kronis. Penyakit ini ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. 
Glukosa yang menumpuk di dalam darah dikarenakan tidak diserap sel tubuh dengan baik, sehingga akan menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh lainnya. Jika gula darah tidak terkontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa pengidapnya.
Diabetes memiliki jenia berbeda, yakni tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Kondisi itu akan mengakibatkan peningkatan kadar glukosa dalam darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. 
Sedangkan diabetes tipe 2 adalah jenis yang lebih sering terjadi. Diabetes disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin tidak dapat digunakan dengan baik.
Meski memiliki jenia berbeda, penyebab diabetes hampir sama pada umumnya. Penyakit ini juga memiliki gejala dan cara mengatasi secara alami, seperti berikut.

Penyebab Diabates

1. Obesitas
Obesitas adalah salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan orang rentan terkena diabetes. Obesitas atau berat badan berlebih akan mencegah tubuh merespons insulin. Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia.
2. Malas Beraktivitas Fisik
Sebagian besar pasien diabetes adalah orang yang terkadang malas beraktivitas fisik dan sulit meluangkan waktu untuk berolahraga. Padahal, olahraga atau bergerak aktif akan membantu mengontrol kadar gula dalam darah. 
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. Prediksi tersebut berkaca dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, bisa berlipat ganda. Masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda atau berjalan kaki.
3. Terlalu Sering Mengonsumsi Teh Manis
Tingginya asupan gula dalam teh manis dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Menurut beberapa penelitian, satu gelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). 
Sebenarnya, wanita dewasa hanya membutuhkan sekitar 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Banyak orang yang memilih meminum teh manis selepas makan, padahal makan nasi beserta lauk pauk bisa menambah kalori lebih. Sebagai solusinya, Anda bisa memilih meminum air putih, teh tanpa gula, atau jus buah alami tanpa pemnis.
4. Gemar Ngemil
Sebagian besar orang tentu suka ngemil seperti mengonsumsi biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya yang mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan tersebut tergolong dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi yang bisa menyebabkan diabetes. 
Selain itu, gula dan tepung yang terkandung di dalam camilan mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah, sehingga akan memicu obesitas dan penyakit diabetes. Anda bisa mengganti buah segar kaya serat sebagai camilan sehari-hari.
5. Kurang Tidur
Diabetes bisa disebabkan oleh kurang tidur karena dapat mengganggu metabolisme tubuh. Menurut penelitian dari University of Chicago, kurang tidur selama tiga hari dapat mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis.
6. Stres
Stres merupakan gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan diabetes. Ketika dilanda stres, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan memiliki cadangan energi untuk beraktivitas. Namun, jika gula darah terus terpicu tinggi karena stres, maka dapat berisiko bagi kesehatan tubuh dan terserang diabetes.
7. Kecanduan Rokok
Rokok tidak hanya menyebabkan kanker dan serangan jantung, tetapi juga bisa berisiko terkena diabetes. Hasil penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita, menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes mencapai 22 persen. Sebagai solusinya, makanlah permen bebas gula dan berhenti merokok.
8. Mengonsumsi Minuman Bersoda dan Alkohol
Selain teh manis, kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda dan alkohol juga bisa menyebabkan diabetes. Sebuah penelitian dari The Nurses Health Study II, menemukan minuman bersoda dapat membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Sebagai gantinya, konsumsilah minuman sehat seperti jus atau susu murni bebas gula.

14 Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 bisa berkembang cepat hanya dalam beberapa hari atau minggu. Sedangkan pasien diabetes tipe 2, terkadang tidak menyadari mereka telah mengidap diabetes selama bertahun-tahun, karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Namun ada beberapa gejala diabetes secara umum seperti berikut ini:
- Mulut kering dan sering haus
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
- Mudah lapar
- Berat badan turun tanpa sebab
- Berkurangnya massa otot
- Terdapat keton dalam urine, yakni produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat gula tidak dapat dijadikan sebagai sumber energi
- Mudah lemas
- Padangan kabur
- Terdapat luka yang sulit sembuh
- Sering mengalami infeksi pada gigi, kulit, vagina. atau saluran kemih
- Rasa terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki
- Gatal-gatal
- Mudah tersinggung
- Terdapat bercak-bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan, (akantosis nigrikans) sebagai tanda terjadinya resistensi insulin.

Cara Mengatasi Diabetes

- Mengonsumsi makanan yang kaya makanan segar dan bergizi, seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, susu rendah lemak, dan sumber lemak sehat seperti kacang-kacangan.
- Hindari makanan tinggi gula yang rendah kalori, atau kalori yang tidak memiliki gizi lain, seperti soda manis, makanan yang digoreng, dan makanan penutup berasa manis.
- Menahan diri agar tidak mengonsumsi minuman alkohol.
- Bergerak aktif setidaknya 30 menit berolahraga setiap hari, seperti jalan kaki, jogging, senam aerobik, bersepeda, atau berenang.
- Mengenali tanda-tanda gula darah rendah saat berolahraga, termasuk pusing, kebingungan, lemah, dan berkeringat banyak.

Sumber: Health Line, Medical News Today, WebMD (Bola.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil bisa disebabkan terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis tertentu yang tidak boleh disepelekan. Normalnya, buang air kecil dalam sehari adalah 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter. Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil. Terlalu banyak minum air atau minum mendekati jam tidur bisa membuat kita  sering buang air kecil di malam hari , bahkan sampai terbangun di malam hari. Namun jika Anda sering buang air kecil padahal hanya minum sedikit, perhatikan apakah ada gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Waspadai Kondisi Medis Penyebab Sering Buang Air Kecil Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil, serta gejala lain yang mungkin menyertai. Infeksi saluran kemih. Rasa ingin selalu buang air kecil yang ti...

Benarkah Diabetes Bisa Mengakibatkan Stroke?

Penderita diabetes diwajibkan untuk memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, rutin berolahraga, teratur minum obat, dan melakukan kontrol rutin ke dokter. Hal ini karena banyak komplikasi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes, dan salah satunya adalah stroke . Penyakit diabetes  atau kencing manis ditandai dengan tingginya kadar gula darah, baik akibat kurangnya jumlah insulin maupun akibat sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin. Menurut  American Diabetes Association,  orang yang menderita diabetes memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk terkena  stroke . Lantas, bagaimana sebenarnya diabetes bisa mengakibatkan stroke? Hubungan Diabetes dan Stroke Diabetes dapat menyebabkan stroke jika gula darah tidak terkontrol dengan baik. Kadar  gula  darah yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah. Ketika pembuluh darah tersumbat, suplai oksigen dan darah ke otak akan terga...

Berapa Kadar Gula Darah Normal pada Tubuh?

Memiliki kadar gula darah normal pada tubuh sangat penting karena bisa menunjang kinerja tubuh dan membuat Anda tetap sehat. Namun apakah Anda tahu berapa kadar gula darah normal yang harus Anda miliki? Sebenarnya  kadar gula darah  normal tidak berpatokan pada satu angka baku. Kadar ini bisa berubah seperti saat sebelum dan sesudah Anda makan atau juga saat waktunya tidur. Kisaran Kadar Gula Darah yang Normal Seusai makan,  sistem pencernaan  Anda akan memecah karbohidrat menjadi gula atau glukosa yang bisa diserap oleh aliran darah. Zat tersebut sangat penting untuk sumber energi sel-sel tubuh Anda. Darah mengalirkan zat gula ini menuju sel-sel tubuh guna menjadikannya energi. Namun, zat gula ini harus melewati sebuah ‘pintu’ untuk memasuki sel-sel tersebut. Hormon yang berperan dalam membuka ‘pintu’ itu adalah insulin. Insulin dihasilkan oleh pankreas. Setelah memasuki sel, zat gula ini akan dibakar menjadi energi yang bisa Anda pakai. Gula yang lebih a...