Langsung ke konten utama

6 Sayuran Pahit yang Baik untuk Kesehatan, Bisa Cegah Tumor


Banyak orang yang malas mengonsumsi sayuran pahit. Padahal sayuran pahit yang baik untuk kesehatan memiliki kandungan nutrisi yang melimpah. 
Berbagai sayuran pahit seperti pare, kale, leunca, brokoli, kol, hingga sawi memiliki kandungan yang sangat baik untuk tubuh. Walau rasanya tidak seenak makanan manis, namun punya efek positif karena tanpa disadari rasa pahit tersebut malah membantu mengendalikan nafsu makan.
Sayuran pahit yang baik untuk kesehatan didominasi sayuran berwarna hijau. Untuk meningkatkan kesehatan tubuh, tidak ada salahnya mengonsumsi sayuran pahit ini.
Apalagi jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu yang dapat disembuhkan dengan sayuran pahit ini. Jadi tidal ada salahnya untuk mulai melirik sayuran-sayuran pahit tersebut. 
Berikut ini rangkuman dari berbagai sumber, beberapa sayuran pahit yang baik untuk kesehatan.  

1. Kale

Satu di antara sayuran pahit yang baik untuk kesehatan adalah kale. Kale merupakan jenis sayuran berdaun hijau, yang masih tergolong dalam keluarga kubis. Seperti; brokoli, kembang kol, dan sawi. Penggemar salad tentunya sangat mengenal sayuran satu ini.
Meski rasanya pahit, kale dipenuhi antioksidan seperti quercetin dan kaempferol yang bisa mencegah kanker dan penuaan. Selain itu, kale juga bisa mendetoks tubuh dan memerangi pertumbuhan tumor.
Kamu bisa mengkonsumsi kale dengan cara direbus, atau dijadikan salad kemudian ditambahkan lemon untuk menghindari rasa pahitnya.  

2. Pare

Hanya dengan mendengar namanya, kamu akan langsung terbayang bagaimana pahitnya rasa sayur satu ini. Mungkin kebanyakan orang sudah mengenal pare dengan rasanya yang pahit ini.
Namun, di balik rasanya yang pahit tersebut, pare kaya antioksidan. Karena itulah, pare dipercaya dapat membantu mencegah serangan radikal bebas penyebab penyakit kronis hingga menurunkan risiko terserang penyakit jantung dan diabetes.
Pare juga dilengkapi oleh zat fitokimia, seperti triterpenoid, polifenol, dan flavonoid, yang terbukti mampu memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh. 

3. Leunca

Leunca sering dijadikan lalapan hingga bahan campuran bersama oncom dan tumisan. Meski rasanya pahit, leunca memiliki khasiat ampuh sebagai antiperadangan karena memiliki kandungan anti-inflamasi.
Sayuran berbentuk bulat ini juga bermanfaat sebagai obat antikanker, penurun panas, obat kutil, melancarkan peredaran darah dan alat kontrasepsi alami. 

4. Sayuran Cruciferous

Sayuran cruciferous adalah beberapa jenis sayuran yang meliputi brokoli, kol, kembang kol, pakcoy, lobak, dan sawi hijau. Walaupun tidak sedikit yang menyukai sayuran tersebut, namun rasanya yang cukup pahit kadang membuat orang berpikir dua kali untuk mengonsumsinya.
Apalagi, sayuran-sayuran tersebut mengandung senyawa glucosinolates yang bertanggung jawab memberi rasa pahit. Namun tentunya tetap menyumbang banyak manfaat kesehatan. Bukan hanya itu, sayur cruciferous juga dilengkapi dengan fitonutrien yakni antioksidan dari kelompok flavonoid, carotenoid, dan sulforaphane.
Semua zat kimia alami ini akan membantu hati dalam menetralkan racun, sekaligus mengurangi dampak negatif dari paparan zat karsinogen berbahaya pada tubuh.  

5. Terong

Selanjutnya bukan dari sayuran berwarna hijau, yaitu terong. Sayuran yang memilki warna ungu ini juga dikenal memiliki rasa pahit. Meski begitu, terong tinggi serat sehingga bagus untuk menurunkan berat badan dan mengontrol gula darah.
Ada banyak cara dalam mengolah terong agar rasanya semakin lezat. 

6. Kulit Jeruk

Selanjutnya, bukan termasuk jenis sayuran namun memiliki rasa pahit, yaitu kulit jeruk. Siapa sangka serabut putih serta kulit bagian luar buah-buahan yang biasanya dibuang ini, justru bermanfaat berkat kandungan antioksidan flavonoid, khususnya jenis hesperidin dan naringin.
Seperti yang diketahui, antioksidan penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh guna menghindari serangan berbagai penyakit. Tidak perlu bingung bagaimana cara mengonsumsinya.
Anda bisa memakan langsung serabut putih bersama dengan buah jeruk. Bisa juga memarut kulit buah kemudian ditambahkan langsung pada makanan atau minuman. Selain memberi manfaat kesehatan, aroma khas yang dihasilkan dari kulit buah jeruk akan semakin menambah cita rasa hidangan.   
Disadur dari: Liputan6.com (Penulis Septika Shidqiyyah/Editor Septika Shidqiyyah, published: 25/12/2019)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Perbedaan Novel Coronavirus dan SARS?

Wabah pneumonia di Wuhan , China, dipicu oleh  Novel coronavirus  atau 2019 n-CoV. Awalnya, para ahli mengira bahwa tipe baru  coronavirus   ini memiliki kemiripan yang cukup tinggi dengan sindrom pernapasan akut berat (SARS). Namun, setelah diteliti lebih lanjut, ternyata ada beberapa perbedaan di antara keduanya.  Simak ulasan lengkap di bawah ini mengenai  Novel coronavirus  dan SARS.  1. Asal Mula Kemunculan Virus Novel coronavirus  (2109 n-CoV) mulai menyerang ratusan warga di Wuhan, China pada akhir tahun 2019. Gejala yang muncul pun hampir mirip dengan pneumonia, yaitu sesak napas, demam, dan batuk. Menurut laporan dari  World Health Organization (WHO) , per tanggal 22 Januari 2020, ada lebih dari 400 orang yang terjangkit virus di beberapa negara berikut: China Jepang Republik Korea Selatan Thailand Amerika Serikat Dari laporan tersebut, terdapat 17 korban yang meninggal dunia. Semua korban yang meningga...