Langsung ke konten utama

10 Penyakit yang Bisa Muncul karena Duduk Terlalu Lama


Setiap hari manusia melakukan berbagai aktivitas, satu di antaranya duduk. Duduk merupakan aktivitas umum saat bekerja, bersosialisasi, belajar, atau bepergian.
Duduk penting untuk mengistirahatkan tubuh setelah berdiri cukup lama. Tapi, aktivitas yang mengharuskan duduk dalam waktu lama dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Tak jarang, seseorang harus duduk sangat lama. Bahkan pekerja kantoran bisa duduk hingga lebih dari 8 jam sehari. Bagi Anda yang bekerja atau beraktivitas yang mengharuskan duduk dalam waktu lama, penting untuk mengubah pola aktivitas ini.
Duduk terlalu lama dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan. Aktivitas tersebut nampaknya tidak berbahaya, tapi jika terus dilakukan ini berpotensi mematikan. Waktu duduk sangat berkorelasi dengan sindrom metabolik, diabetes, obesitas, hipertensi, peningkatan trigliserida, dan penurunan kolesterol HDL.
Berikut penyakit yang dapat timbul akibat duduk terlalu lama seperti dirangkum dari berbagai sumber.
Jantung
Para ahli mengatakan orang yang duduk lebih banyak memiliki risiko 147 persen lebih tinggi menderita serangan jantung atau stroke. Beberapa peneliti menyimpulkan duduk terlalu lama berdampak pada risiko kardiovaskular yang setara dengan merokok.
Menurut Harvard Health Publishing, sebuah studi baru menunjukkan orang yang duduk selama 10 jam atau sehari lebih cenderung mengalami serangan jantung atau stroke daripada mereka yang duduk lima jam atau lebih sedikit setiap hari.
Obesitas
Bergerak menyebabkan otot melepaskan molekul seperti lipoprotein lipase, yang membantu memproses lemak dan gula yang dikonsumsi. Saat seseorang menghabiskan sebagian besar hari dengan duduk, pelepasan molekul-molekul ini berkurang dan berpotensi menaikkan berat badan. Inilah sebabnya perilaku kurang bergerak sangat erat kaitannya dengan obesitas.
Faktanya, penelitian menunjukkan orang dengan obesitas duduk rata-rata dua jam lebih lama setiap hari daripada orang dengan berat badan normal. 
Diabetes
Orang-orang yang menghabiskan lebih banyak waktu duduk juga memiliki risiko diabetes meningkat 112 persen. Obesitas yang dialami orang yang kurang gerak juga menjadi faktor utama pengembangan diabetes.
Dalam satu studi yang melihat efek dari orang yang hanya lima hari istirahat, para peneliti melihat peningkatan resistensi insulin, penyebab diabetes. Para ahli menyimpulkan duduk dapat mengubah cara tubuh bereaksi terhadap insulin, hormon yang membantu membakar gula dan karbohidrat untuk energi.
Varises
Duduk dalam waktu lama dapat menyebabkan darah terkumpul di kaki. Ini dapat menyebabkan varises. Biasanya, otot-otot kaki berfungsi sebagai pompa untuk mengarahkan darah vena ke jantung.
Ketika duduk terlalu lama, gravitasi dapat menyebabkan darah menggenang di kaki. Tanpa bantuan kontraksi otot untuk memompa darah kembali ke atas, varises dapat terbentuk. Dalam kasus yang jarang terjadi, varises dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius, seperti pembekuan darah.  
Ginjal
Orang-orang yang duduk selama beberapa jam sehari tidak hanya berisiko obesitas dan sakit pada anggota badan, tetapi juga meningkatkan peluang terkena penyakit ginjal. Ginjal menyaring darah untuk mengeluarkan produk limbah dan membuat urin.
Orang yang duduk dalam jangka waktu lama dan berulang memiliki kecenderungan menderita penyakit ginjal kronis. Kondisi ini bisa lebih parah jika orang tersebut tidak melakukan olahraga rutin.
Ambeien
Duduk dalam waktu lama bisa memberi tekanan pada pembuluh darah. Ini membuat otot di pembuluh darah meregang dan membentuk ambeien.
Posisi duduk terlalu lama juga memberi tekanan besar pada otot punggung, leher, dan tulang belakang. Tak cuma duduk, berdiri terlalu lama tanpa istirahat juga dapat mengembangkan ambeien. Bangunlah dan bergeraklah selama satu atau dua menit setiap setengah jam untuk menjaga struktur tubuh tetap sehat. 
Kecemasan
Selain efek fisik, duduk terlalu lama juga bisa memengaruhi efek mental. Risiko depresi dan kecemasan lebih tinggi pada orang yang paling banyak duduk. Ini bisa jadi karena manfaat kesehatan mental dari kebugaran kurang ketika seseorang menghabiskan hari-hari mereka duduk daripada bergerak.
Deep Vein Thrombosis (DVT)
Deep Vein Thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam adalah jenis bekuan darah yang paling umum di kaki. Ketika bagian dari gumpalan ini pecah, ia dapat memutus aliran darah ke bagian-bagian lain dari tubuh seperti paru-paru yang menyebabkan emboli paru.
Duduk terlalu lama, bahkan dalam perjalanan jauh, dapat menyebabkan DVT. Trombosis vena merupakan keadaan darurat medis yang dapat menyebabkan komplikasi besar atau bahkan kematian.  
Kanker
Penelitian yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa duduk dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kanker jenis tertentu, termasuk kanker paru-paru, rahim, dan usus besar. Kanker bisa dipicu oleh kondisi yang disebabkan oleh duduk terlalu lama seperti obesitas dan kurang olahraga. Waktu yang dihabiskan untuk duduk memiliki dampak negatif pada kadar hormon tubuh dan cara kerja sistem kekebalan tubuh.
Kolesterol
Kelebihan berat badan dan tidak aktif juga akan menyebabkan kolesterol tinggi. Duduk terlalu lama juga dikaitkan dengan kolesterol tinggi, yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Dalam sebuah penelitian di Ohio State University, para peneliti menemukan bahwa tubuh tidak dapat mengubah LDL (atau kolesterol jahat) menjadi HDL (kolesterol baik) setelah berjam-jam duduk lama. 
Disadur dari: Liputan6.com (Penulis Anugerah Ayu Sendari/Editor Rizki Mandasari, published: 4/12/2019). 
Photo : Fitnessformen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil bisa disebabkan terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis tertentu yang tidak boleh disepelekan. Normalnya, buang air kecil dalam sehari adalah 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter. Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil. Terlalu banyak minum air atau minum mendekati jam tidur bisa membuat kita  sering buang air kecil di malam hari , bahkan sampai terbangun di malam hari. Namun jika Anda sering buang air kecil padahal hanya minum sedikit, perhatikan apakah ada gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Waspadai Kondisi Medis Penyebab Sering Buang Air Kecil Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil, serta gejala lain yang mungkin menyertai. Infeksi saluran kemih. Rasa ingin selalu buang air kecil yang ti...

Ini Bedanya Oat (Havermut) dan Gandum

Baik  oat  maupun  gandum , keduanya sama-sama tergolong ke dalam tumbuhan serealia. Meskipun demikian,  oat  dan gandum tidaklah sama. Keduanya memiliki manfaat yang berbeda-beda bagi tubuh. Oat  adalah serealia yang merupakan sumber karbohidrat dan masih memiliki lapisan kulit ari serta bakal biji. Sehingga,  oat  adalah biji sereal utuh yang lebih baik dibanding beras.  Oat  atau havermu t baik untuk kesehatan karena memiliki kandungan serat, protein, vitamin dan mineral yang lebih tinggi serta kaya akan nutrisi. Gandum sendiri adalah tanaman rerumputan dan merupakan bahan mentah yang digunakan untuk membuat tepung roti, kue, dan pastry. Gandum mengandung serat tidak larut yang berfungsi untuk melancarkan buang air besar. Menurut dr. Adithia Kwee dari  KlikDokter , gandum dapat mengikat kuat asam empedu dan membungkusnya sebagai kotoran, sehingga buang air besar semakin lancar. Pilih mana:  oat  atau g...

5 Bahaya Makan Jeroan Berlebihan, Bisa Picu Asam Urat

Di Indonesia  jeroan  kerap diolah menjadi berbagai macam hidangan lezat. Tidak mengherankan banyak orang menyukai olahan dari organ dalam hewan ini. Namun, bahaya makan jeroan berlebihan untuk kesehatan perlu diketahui oleh semua orang.  Meskipun jeroan sangat nikmat disantap, risiko kesehatan yang muncul akibat mengonsumsi  jeroan  ini tidak dapat Anda sepelekan. Terlebih jika Anda menyantapnya terlalu sering atau terlalu banyak, bisa menimbulkan penyakit. Bahaya makan jeroan berlebihan terkait dengan kandungannya. Contohnya pada ayam. Meskipun makan jeroan ayam bisa meningkatkan asupan mineral dan vitamin tubuh, Anda harus tetap berhati-hati. Tiap ons isi jeroan pada ayam mengandung 8 gram lemak total, yang mencakup 2,7 gram asam lemak jenuh. Berikut Bola.com merangkum dari berbagai sumber,  tentang bahaya makan  jeroan  berlebihan.  1. Kelebihan Vitamin A Bahaya makan jeroan berlebihan yang pertama adalah...