Langsung ke konten utama

5 Bahaya Kol Goreng bagi Kesehatan dan Kecantikan, Patut Diwaspadai


Kol goreng kini cukup populer dan disukai banyak orang Indonesia. Makanan itu biasanya menjadi menu lalapan yang umum ada di pecel lele atau ayam penyet.
Namun, sebenarnya kol atau kubis goreng sangat tidak baik bagi kesehatan apabila dikonsumsi terlalu banyak. Makanan yang satu ini dipercaya dapat memicu kanker.
Sayur kol sebenarnya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Kol mentah mengandung zat antikanker dan dapat menurunkan risiko kanker, karena terdapat senyawa sulforaphane. Selain itu, kandungan apigenin dalam sayur kol mentah dapat membantu mengobati kanker payudara.
Kol atau kubis mentah juga bermanfaat untuk kesehatan jantung, dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan pencernaan. Namun berbeda dengan kol digoreng. 
Kol yang digoreng dengan suhu panas justru bisa memicu berbagai penyakit. Terlebih, sayur ini harus dimasak dengan minyak yang akan memicu kolesterol tinggi. Proses penggorengan akan menghancurkan dan menghilangkan beberapa jenis vitamin yang terkandung pada kol, seperti vitamin A, B, C, dan K.
Lalu, apa saja bahaya kol atau kubis goreng? Berikut adalah bahaya kol goreng yang harus diwaspadai, seperti dirangkum dari berbagai sumber, Senin (18/11/2019).

Bahaya Kol Goreng

1. Memicu Kanker
Kol atau kubis yang digoreng terlalu lama juga dapat menimbulkan komposisi amina heterosiklik yang berfungsi karsinogenik. Senyawa itulah yang akan menjadi pemicu sel kanker. 
Sehingga seseorang yang gemar mengonsumsi kol goreng akan rentan terserang penyakit kanker. Apalagi, jika minyak yang untuk menggoreng kubis telah dipakai berkali-kali.
Proses menggoreng kol atau kubis dengan suhu panas dan disertai minyak yang telah digunakan berkali-kali dapat membuat kol mengalami oksidasi, sehingga kandungan radikal bebasnya akan meningkat. 
2. Meningkatkan Penyakit Jantung
Kol mentah sebenarnya bermanfaat bagi kesehatan jantung lantaran tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang berbahaya.
Namun apabila digoreng dengan suhu yang tinggi, sayuran ini akan menyerap sebagian minyak goreng. Kandungan lemak jenuh serta kolesterol jahat (LDL) dalam minyak goreng dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti obesitas dan serangan jantung.
3. Rentan Terkena Stroke
Kadar kolesterol buruk yang cukup tinggi juga akan membuat Anda terkena penyakit lainnya, seperti stroke. Sedangkan lemak jenuh dapat membuat Anda mengalami obesitas. Sehingga akan lebih baik jika Anda memilih kol mentah untuk dijadikan lalapan makanan ketimbang kol goreng.
4. Mengalami Obesitas atau Kelebihan Berat Badan
Kol goreng sangat tidak dianjurkan bagi Anda yang ingin memiliki berat badan yang ideal. Makanan itu dapat menambah berat badan.
Kol yang digoreng otomatis akan mengandung lemak jenuh dan kolesterol jahat lantaran dapat menyerap kandungan tidak sehat dari minyak. Jika Anda mengonsumsinya dalam porsi  banyak atau frekuensi yang sering, maka risiko untuk mengalami kenaikan berat badan hingga berisiko terkena obesitas. 
5. Tidak Baik untuk Kecantikan
Kol goreng tidak baik bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Pada dasarnya, kulit membutuhkan ragam nutrisi yang terkandung dalam sayur kol. Namun jika kol digoreng, nutrisi tersebut akan hilang.
Menggoreng kol juga dapat membuat dapat membuat kulit mudah berminyak dan berjerawat. Kol goreng juga akan menambah sel mati pada kulit, sehingga akan mengalami penuaan dini.

Tips Mengolah Kol Goreng yang Lebih Sehat

Mengacu pada bahaya terhadap kol goreng tersebut, sebaiknya Anda tidak sering-sering mengonsumsi kol goreng. Jika memang ingin mengonsumsinya, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah dengan memakai minyak yang lebih sehat.
Berikut adalah tips kol goreng yang lebih sehat dan aman:
1. Menggoreng Tanpa Minyak
Segala makanan yang digoreng tanpa minyak tentu akan lebih baik bagi kesehatan maupun kecantikan, termasuk kol atau kubis. Berikut adalah cara memasak kol goreng tanpa minyak:
- Membakar kemudian memanggangnya dengan mentega sehat
- Menggunakan metode air frying, yakni cara memasak tanpa minyak. Namun, Anda harus menggunakan alat air fryer.
2. Tidak Menggunakan Minyak Bekas
Satu di antara penyebab yang membuat kol goreng menjadi tidak sehat adalah penggunaan minyak berulang alias minyak bekas yang kerap dilakukan penjual kaki lima.
Menggoreng dengan minyak bekas dapat menyebabkan berbagai dampak negatif bagi tubuh, di antaranya:
- Kandungan gizi dan anti-oksidan pada kol akan hilang saat digoreng
- Meningkatkan penyerapan lemak tidak jenuh yang dapat menyebabkan kolesterol jahat dalam tubuh juga naik
- Meningkatkan risiko paparan pada zat penyebab kanker
Mengacu pada hal tersebut, Anda harus hindari menggunakan minyak berulang saat menggoreng kol.
3. Tidak Menggoreng Terlalu Lama
Cara memasak sayuran pada umumnya memang tidak menganjurkan sayur diolah terlalu lama. Kandungan vitamin dan zat gizi pada sayuran akan mudah rusak karena suhu yang panas. Tak terkecuali sayur kol.
Oleh karena itu, Anda tidak boleh menggoreng kol terlalu lama. Selain itu, perhatikan juga kondisi kol tersebut. Jika tekstur kol sudah cukup layu atau sedikit kering, maka segera angkat dan tiriskan kol goreng tersebut.

Sumber: www.bola.com (Healthy Eating)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyebab Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil bisa disebabkan terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis tertentu yang tidak boleh disepelekan. Normalnya, buang air kecil dalam sehari adalah 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter. Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil. Terlalu banyak minum air atau minum mendekati jam tidur bisa membuat kita  sering buang air kecil di malam hari , bahkan sampai terbangun di malam hari. Namun jika Anda sering buang air kecil padahal hanya minum sedikit, perhatikan apakah ada gejala lain yang mungkin Anda rasakan. Waspadai Kondisi Medis Penyebab Sering Buang Air Kecil Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan seringnya buang air kecil, serta gejala lain yang mungkin menyertai. Infeksi saluran kemih. Rasa ingin selalu buang air kecil yang ti...

Benarkah Diabetes Bisa Mengakibatkan Stroke?

Penderita diabetes diwajibkan untuk memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, rutin berolahraga, teratur minum obat, dan melakukan kontrol rutin ke dokter. Hal ini karena banyak komplikasi serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes, dan salah satunya adalah stroke . Penyakit diabetes  atau kencing manis ditandai dengan tingginya kadar gula darah, baik akibat kurangnya jumlah insulin maupun akibat sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin. Menurut  American Diabetes Association,  orang yang menderita diabetes memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk terkena  stroke . Lantas, bagaimana sebenarnya diabetes bisa mengakibatkan stroke? Hubungan Diabetes dan Stroke Diabetes dapat menyebabkan stroke jika gula darah tidak terkontrol dengan baik. Kadar  gula  darah yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya sumbatan dan deposit lemak di pembuluh darah. Ketika pembuluh darah tersumbat, suplai oksigen dan darah ke otak akan terga...

Berapa Kadar Gula Darah Normal pada Tubuh?

Memiliki kadar gula darah normal pada tubuh sangat penting karena bisa menunjang kinerja tubuh dan membuat Anda tetap sehat. Namun apakah Anda tahu berapa kadar gula darah normal yang harus Anda miliki? Sebenarnya  kadar gula darah  normal tidak berpatokan pada satu angka baku. Kadar ini bisa berubah seperti saat sebelum dan sesudah Anda makan atau juga saat waktunya tidur. Kisaran Kadar Gula Darah yang Normal Seusai makan,  sistem pencernaan  Anda akan memecah karbohidrat menjadi gula atau glukosa yang bisa diserap oleh aliran darah. Zat tersebut sangat penting untuk sumber energi sel-sel tubuh Anda. Darah mengalirkan zat gula ini menuju sel-sel tubuh guna menjadikannya energi. Namun, zat gula ini harus melewati sebuah ‘pintu’ untuk memasuki sel-sel tersebut. Hormon yang berperan dalam membuka ‘pintu’ itu adalah insulin. Insulin dihasilkan oleh pankreas. Setelah memasuki sel, zat gula ini akan dibakar menjadi energi yang bisa Anda pakai. Gula yang lebih a...